ACCESS membagikan Cerita Kolaborasi di Rumah Resiliensi Indonesia

May 27, 2022

Proyek ACCESS berpartisipasi dalam acara Rumah Resilensi Indonesia (RRI) di Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali. Bersama dengan proyek terkait manajemen bencana lainnya di UNDP Indonesia, ACCESS memamerkan informasi dan kisah-kisah tentang bagaimana proyek ini mendukung ketahanan masyarakat di desa-desa terpencil di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Tengah.

Manajer Proyek Nasional ACCESS, Sherry Panggabean, menjadi tuan rumah sesi bercerita dengan Rani Eka Huang, operator PLTS Surya lokal dari Desa Muara Ripung Barito Selatan Kalimantan Tengah, dan Eddy Ratno Susanto, Program ACCESS Patriot Energy di Ignite Stage RRI, serta mengundang Rani dan Eddy untuk berbagi cerita dari lapangan tentang bagaimana akses listrik melalui ACCESS dan akses internet melalui BAKTi Kominfo membantu meningkatkan ketahanan di komunitas mereka.

"Saya bergabung dan mendaftar sebagai operator lokal karena saya ingin membantu penduduk desa mendapatkan listrik," kata Rani. "Saya pikir hanya laki-laki yang diizinkan mengelola pembangkit listrik, tetapi kemudian saya tahu bahwa perempuan juga bisa." Rani adalah salah satu dari 23 perempuan yang direkrut dan lolos seleksi sebagai operator PLTS Surya lokal. Dengan dukungan dari 30 operator lainnya dari desa-desa terpencil yang menerima bantuan dari Proyek ACCESS, Rani dilatih dan bersertifikat sebagai operator pembangkit listrik oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Eddy Ratno Susanto ditempatkan pada Oktober 2021 untuk kegiatan pengabdian masyarakat selama 18 bulan di desa Muara Ripung untuk mengembangkan, mengoperasikan, dan merawat pembangkit listrik tenaga surya yang diberikan oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA) melalui Proyek ACCESS. "Kami melakukan konsultasi dan pertemuan dengan masyarakat secara teratur," kata Eddy. "Melalui pertemuan ini, kami mengidentifikasi potensi dan risiko masyarakat, termasuk paparan terhadap bencana alam. Temuan ini diterjemahkan menjadi peta sosial dan akan bermanfaat untuk mendukung ketahanan masyarakat lokal terhadap bencana."

Rumah Resilensi Indonesia adalah kelompok aktivis dan masyarakat yang peduli terhadap pengurangan risiko bencana di Indonesia. Kelompok ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dengan harapan bahwa kelompok ini akan memfasilitasi kolaborasi informasi dan inovasi di antara anggotanya untuk meningkatkan ketahanan negara terhadap bencana.

"Hal utama yang ingin kita sampaikan kepada audiens adalah semangat kolaborasi ini," kata Sherry Panggabean. Dengan menggunakan pendekatan bercerita di panggung, ia berbagi cerita dari masyarakat lokal di desa Muara Ripung dan kemitraan proyek dengan lembaga pemerintah Indonesia lainnya sebagai contoh kolaborasi yang berhasil. Dalam kerja sama dengan BAKTi KOMINFO, ACCESS tidak hanya menyediakan listrik tetapi juga akses internet. Proyek ini menyediakan listrik untuk menjalankan infrastruktur internet, dan internet mendukung proses pemantauan jarak jauh layanan listrik. Di tingkat internasional, Indonesia dan Timor-Leste bertukar informasi dan dukungan untuk mengembangkan akses energi bersih.

© 2021 - ACCESS